Selasa, Maret 18, 2014

Sebuah Pengakuan

Aku tak pernah bermimpi dan tak pernah menyangka bahwa aku akan ada dan hidup di dunia ini. Mungkin semua orang di dunia ini pun mengatakan hal yang sama sepertiku. Namun aku selalu berusaha untuk tidak pernah menyesali apa yang pernah aku alami selama aku hidup. Walaupun memang sebagai manusia biasa ada kalanya kita merasa berputus asa dan menyesali apa yang telah kita perbuat.
Dan aku pun tahu bahwa aku diciptakan ke dunia ini bukan hanya semata-mata untuk menikmati indahnya dunia saja, melainkan sebagai hamba Tuhan aku diharuskan untuk beribadah kepadanya. Aku pun ditunjukkan kepada sebuah ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang itu. Tuhan pun berfirman di dalamnya :
وماخلقت الجنّ والإنس الاّليعبدون
" Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (Adz-Dzariyat:56).
Sebetulnya ayat ini telah menyadarkanku untuk selalu ingat kepada Tuhan, namun sebagai manusia biasa keimananku selalu up and down. Sehingga tidak semua perbuatan yang aku lakukan aku ingat kepadanya. Ya minimal di setiap awal kegiatan yang aku lakukan aku mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahiem". Namun pada kenyataannya aku sering tidak mengucapkan hal itu. Makanya mungkin apa yang aku perbuat tidak diridhai oleh Tuhan karena aku tidak mengucapkan basmalah. Hal yang kecil seperti itu pun aku selalu lupa apalagi hal yang besar!!! Oh mungkin ya kalau aku terus-menerus lupa sama Tuhan, aku pasti akan mendapat laknat dari Tuhan.
Contoh lain misalnya dalam hal pelaksanaan shalat wajib, padahal Tuhan hanya meminta waktu kepada kita kira-kira 25 menit dari 24 jam/ sehari (5 kali shalat fardhu di kali 5 menit) tapi terkadang betapa sulitnya kita meluangkan waktu untuk itu. Sebetulnya Tuhan itu telah begitu baik kepada kita, Tuhan selalu memberi banyak kesempatan kepada kita tapi mengapa kita selalu ingkar???
Dan lagi-lagi aku pun ditunjukkan pada sebuah ayat di dalam Al-Qur'an yang difirmankan Tuhan. Ayat itu berbunyi :
فبايّ آلآءربّكما تكذّبان
"Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman:25)
Mungkin aku akan merasa tersindir jika aku membaca atau dibacakan ayat ini. Dan jika aku menjawab pertanyaan dari ayat ini, aku akan menjawab "Aku pun tak tahu seberapa banyak nikmat Tuhan yang telah aku dustakan. Mungkin hampir semua nikmat-Nya aku telah dustakan." Satu kalimat (pertanyaan) yang selalu ada dibenakku adalah "Tuhan telah sebegitu baiknya selalu meluangkan waktu untuk kita, lalu kapankah kita akan meluangkan waktu untuk Tuhan (beribadah)?"
Dalam hidupku aku selalu menginginkan ada orang yang selalu membantu ku untuk mengingat Tuhan. Dan Tuhan pun memberinya. Aku masih memiliki orang tua yang selalu mengingatkanku untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Aku masih memiliki adik yang begitu baik dan shaleh, dari nya aku dapat belajar betapa pentingnya mengingat Tuhan. Dan aku pun masih memiliki teman-teman yang selalu rajin beribadah, dari mereka aku pun dapat tersadar bahwa ibadah itu penting. Seharusnya aku malu jika orang-orang yang berada di sekelilingku selalu rajin melaksanakan ibadah sementara aku hanya terdiam atau hanya asyik dengan kesenangan dunia. 
Dalam hati kecilku terbersit keinginan untuk selalu ingin dekat dengan Tuhan. Namun kenapa selalu banyak cobaan dan godaan yang datang menghampiri??? Aku harap akan ada orang yang dapat mendekatkanku dengan Tuhan lebih dekat lagi... lebih dekat lagi... 
Ameennn ^ ^v